BRIN Gandeng Gajah Tunggal Terapkan Teknologi Nuklir untuk Perkuat Industri Ban

1773070464 863510

BicaraPlus – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan PT Gajah Tunggal Tbk dalam penerapan teknologi Electron Beam System (EBS) untuk meningkatkan kualitas dan daya saing industri ban nasional.

Teknologi ini memanfaatkan iradiasi elektron untuk memperkuat material karet sehingga ban menjadi lebih tahan lama dan efisien dalam proses produksinya.

Kepala Pusat Riset Teknologi Analisis Berkas Nuklir BRIN Abu Khalid Rivai mengatakan, tim BRIN telah melakukan pertemuan dengan PT Gajah Tunggal pada 22 Januari dan 4 Februari 2026 di Kompleks Industri PT Gajah Tunggal, Tangerang.

Pertemuan tersebut membahas kesiapan perangkat EBS yang baru dibeli perusahaan dari pabrikan luar negeri.

Menurut Abu Khalid, penggunaan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus menekan biaya produksi sehingga industri ban nasional mampu bersaing di pasar global.

Untuk mendukung penerapan teknologi tersebut, Gajah Tunggal juga membutuhkan pelatihan dan pendampingan teknis dari para ahli BRIN.

“Pelatihan akan diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Kompetensi BRIN. Setelah itu peserta akan mengikuti uji kompetensi sebelum mengurus Surat Izin Bekerja ke Badan Pengawas Tenaga Nuklir,” kata Abu Khalid, Senin (9/3).

Ia menambahkan, BRIN siap memberikan dukungan melalui tenaga ahli yang memiliki kompetensi dalam pengoperasian, perawatan, hingga dosimetri sistem iradiasi elektron.

Kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan teknologi EBS di masa mendatang.

Uji Kesiapan Perangkat

Untuk memastikan kesiapan perangkat, tim BRIN juga meninjau langsung fasilitas EBS milik Gajah Tunggal.

Pada pertemuan pertama, periset BRIN berdiskusi dengan tim teknis perusahaan terkait kesiapan sistem.

Kemudian pada pertemuan kedua, tim BRIN bersama teknisi perusahaan dan pihak pabrikan melakukan pengujian menyeluruh guna memastikan perangkat siap dioperasikan.

Periset Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi, dan Mutu Nuklir BRIN, Okky Agassy Firmansyah, menjelaskan teknologi EBS digunakan dalam proses crosslinking material karet.

Proses ini bertujuan meningkatkan kekuatan serta ketahanan material ban.

“Teknologi ini membuat material ban lebih kuat dan tahan lama sekaligus meningkatkan efisiensi proses produksi,” ujarnya.

Gajah Tunggal juga menjalankan tahapan pengujian perangkat secara bertahap, mulai dari Installation Qualification (IQ), Operational Qualification (OQ), Performance Qualification (PQ), hingga Site Acceptance Test (SAT).

Tahapan tersebut bertujuan memastikan sistem bekerja optimal serta memenuhi standar teknis dan regulasi yang berlaku.

Pelatihan Operator

Sebelum pelatihan dimulai, tim BRIN telah melakukan dua kali visitasi untuk memastikan kesiapan fasilitas dan proses komisioning mesin.

Setelah perangkat dinyatakan siap, pelatihan operator iradiator dilaksanakan pada 23 Februari hingga 6 Maret 2026.

Pelatihan berlangsung selama dua minggu.

Pada minggu pertama, peserta mempelajari teori dasar seperti fisika radiasi, proteksi radiasi, peraturan ketenaganukliran, manajemen fasilitas iradiasi, serta dosimetri radiasi.

Sementara pada minggu kedua, peserta mengikuti praktik langsung pengoperasian, pengukuran dosimetri, serta perawatan sistem iradiator di fasilitas Gajah Tunggal.

Di akhir program, peserta mengikuti ujian teori dan evaluasi kompetensi.

Melalui kegiatan ini, BRIN berharap para operator Gajah Tunggal mampu mengoperasikan teknologi iradiasi elektron secara aman dan optimal.

Kolaborasi antara lembaga riset dan industri ini juga diharapkan dapat memperkuat penguasaan teknologi nuklir sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional berbasis inovasi.

Judul kuat

Bagikan