
BicaraPlus – Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi tonggak baru kebangkitan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Hari Koperasi ke-78 ini langsung mendapat sambutan hangat masyarakat, salah satunya di Desa Wisata Tamanmartani, Sleman. Meski baru dua bulan beroperasi, Koperasi Desa Merah Putih Tamanmartani sudah memiliki 895 anggota dan mengelola empat unit usaha, mulai dari klinik dan apotek, simpan pinjam, sembako, hingga sarana produksi pertanian. Lebih dari sekadar usaha, koperasi ini dirancang sebagai agregator yang menghubungkan UMKM, masyarakat desa, dan sektor pariwisata.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar rebranding koperasi lama, melainkan strategi negara mengintegrasikan ekosistem desa wisata. Wisatawan yang datang ke Tamanmartani kini bisa langsung menikmati pengalaman edukasi pertanian, peternakan, hingga kerajinan, sekaligus membeli produk UMKM yang dipasarkan koperasi. Kolaborasi dengan Bumdes dan Pokdarwis membuat paket wisata desa semakin beragam dan terbukti mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tidak berhenti di situ, Koperasi Desa Merah Putih juga menyiapkan akses pembiayaan bagi pelaku wisata melalui kerja sama dengan BNI. Modal ini dapat digunakan untuk membangun fasilitas baru, memperbaiki homestay, hingga meningkatkan kualitas produk kuliner. Pelaku UMKM pun merasakan manfaat langsung, seperti harga sembako yang lebih murah untuk dijual kembali dengan harga bersaing.
Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih membuktikan bahwa koperasi dapat menjadi fondasi baru pariwisata berkelanjutan, memperpendek rantai pasok, meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus membuka akses modal lebih luas. Lebih dari sekadar badan usaha, koperasi hadir sebagai jembatan gotong royong menuju kesejahteraan desa.