
BicaraPlus – Sistem pembayaran Indonesia kini tak lagi urusan domestik. Di hadapan perwakilan 56 negara, transformasi digital yang digarap Bank Indonesia dipaparkan sebagai praktik baik yang bisa direplikasi negara lain.
Momen itu terjadi dalam forum IsDB Townhall Strategic Lecture on Digital Transformation yang digelar di Jeddah, Arab Saudi. Di panggung tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bagaimana Indonesia membangun ekosistem pembayaran yang cepat, efisien, dan inklusif, hingga mendapat pengakuan internasional, termasuk dari Islamic Development Bank (IsDB).
“Keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh tata kelola yang kuat, sinergi lintas sektor, inovasi yang berkelanjutan, serta kepemimpinan di seluruh tingkatan organisasi,” ujar Perry, belum lama ini.
Transformasi sistem pembayaran Indonesia dijalankan melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI). Implementasinya melahirkan berbagai infrastruktur yang kini akrab di masyarakat, seperti QRIS dan BI-FAST.
Penguatan QRIS membuat pembayaran digital makin praktis, sementara BI-FAST menghadirkan transfer dana yang real-time dengan biaya efisien. Tak hanya itu, konektivitas pembayaran lintas batas juga diperluas untuk memudahkan transaksi antarnegara.
Langkah tersebut dinilai mampu mendorong transaksi yang lebih cepat sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat, termasuk pelaku UMKM.
Menuju Integrated Digital Central Bank
Ke depan, BI tak berhenti pada infrastruktur pembayaran. Perry mengatakan, bank sentral akan melangkah menuju konsep Integrated Digital Central Bank.
Caranya lewat pemanfaatan data dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), digitalisasi proses pengambilan keputusan, hingga penguatan tata kelola dan budaya kerja digital.
Tujuannya jelas, menghasilkan kebijakan yang lebih responsif serta operasional yang makin efisien.
Perry berharap pengalaman Indonesia dalam mengembangkan QRIS dan BI-FAST bisa menjadi referensi bagi negara anggota IsDB. Model ini dinilai bisa direplikasi untuk membangun organisasi yang lebih agile dan adaptif terhadap perubahan teknologi.
Apresiasi IsDB
Dalam forum tersebut, Presiden IsDB H.E. Dr. Muhammad Sulaiman Al Jasser turut mengapresiasi kepemimpinan Indonesia, khususnya BI, dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah global.
Apresiasi itu tercermin dalam pengembangan sejumlah proyek prioritas IsDB di Indonesia, terutama di sektor kesehatan. IsDB juga menyatakan komitmennya untuk memperluas kerja sama, termasuk mendukung pengembangan konektivitas sistem pembayaran.
Dengan pengakuan ini, transformasi digital sistem pembayaran Indonesia bukan hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga mulai menjadi rujukan global. QRIS dan BI-FAST yang awalnya dirancang untuk kebutuhan domestik, kini menjelma sebagai contoh bagaimana inovasi, tata kelola, dan kepemimpinan bisa berjalan beriringan di era ekonomi digital.




