BGN Minta Menu Program Gizi Alihkan Telur ke Ikan Jelang Lebaran

01KCZQ3MXA8C0P5BGWG75AXGMV 1

BicaraPlus – Badan Gizi Nasional (BGN) mengantisipasi potensi kenaikan harga telur menjelang Lebaran dengan meminta satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) melakukan penyesuaian menu. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan telur dan menggantinya dengan sumber protein lain, seperti ikan.

Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyan mengatakan, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memastikan program pemenuhan gizi tetap berjalan.

“Menjelang Lebaran nanti jangan sampai rebutan dengan yang mau bikin kue. Penggunaan telur harus diganti dan divariasikan, misalnya dengan ikan lele, supaya tidak memicu inflasi dan kelangkaan,” kata Nanik saat ditemui di SMKN 1 Jakarta, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Nanik juga meminta pendapat siswa penerima program makan bergizi (MBG) terkait pergantian menu. Para siswa menyatakan setuju jika lauk berbasis telur diganti dengan ikan.

“Menu memang harus divariasi. Lele, nila, anak-anak mau kok. Biar kayak makan pecel lele,” ujarnya.

Nanik menyebut kebijakan serupa pernah diterapkan saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan dinilai berhasil menahan kenaikan harga telur di pasaran. Saat itu, menu dialihkan ke sumber protein lain, seperti daging sapi.

Menurut Nanik, diversifikasi menu tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga memastikan asupan gizi tetap seimbang dan tidak bergantung pada satu komoditas.

Bagikan