
Bicaraplus – Tidak semua perubahan besar berawal dari rencana matang. Bagi Anita Ratnasari, semuanya bermula dari kebiasaan sederhana: berburu promo. Aktivitas yang selama ini dianggap sekadar hobi justru menjadi pintu masuk menuju dunia creator economy dan dalam waktu singkat, mengubah arah hidupnya.
Lulusan manajemen ini tak pernah membayangkan bahwa membagikan tautan diskon bisa berkembang menjadi sumber penghasilan serius. Awalnya, Anita hanya ingin membantu orang tua dengan tambahan pemasukan. Namun konsistensi, kejelian membaca peluang, dan kedekatannya dengan audiens membawa langkahnya jauh melampaui ekspektasi.
Melalui program Lazada Affiliate, Anita mulai membangun komunitas digitalnya sendiri. Telegram dan WhatsApp menjadi ruang utama ia berinteraksi dengan pengikutnya tempat berbagi promo, flash sale, hingga rekomendasi produk yang benar-benar ia pantau sendiri. Perlahan, komunitas itu tumbuh, bukan hanya dari jumlah anggota, tetapi juga dari tingkat kepercayaan.
Kepercayaan inilah yang menjadi fondasi perjalanan Anita. Ia tidak sekadar membagikan tautan, tetapi kerap menjadi pembeli pertama. Bukti checkout ia bagikan, lengkap dengan penjelasan harga sebelum dan sesudah diskon. Cara ini membuat audiens merasa aman, yakin, dan terdorong untuk mengikuti.
Bahasa yang digunakan Anita pun jauh dari kesan pemasaran formal. Kalimat singkat, lugas, dan penuh urgensi menjadi ciri khasnya. Ia memahami betul psikologi audiens digital bahwa keputusan belanja sering kali lahir dari momentum.

Dalam waktu empat bulan sejak bergabung sebagai afiliator, Anita berhasil meraih komisi Rp100 juta pertamanya. Capaian tersebut mengantarkannya pada penghargaan Mitra Lazada Affiliate Terbaik kategori Kecantikan, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu wajah baru dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia.
Namun bagi Anita, penghasilan bukan satu-satunya ukuran sukses. Ia berupaya memberi nilai lebih dengan membagikan shopping hacks cara memaksimalkan voucher, menggabungkan diskon, hingga memanfaatkan koin agar belanja tetap efisien. Di tengah situasi ekonomi yang membuat banyak orang lebih berhati-hati, pendekatan ini terasa relevan dan membumi.
Kisah Anita Ratnasari menjadi potret bagaimana creator economy membuka peluang baru yang inklusif. Tanpa modal besar, tanpa latar belakang selebritas, dan tanpa tim besar, siapa pun bisa memulai selama mau konsisten dan membangun kepercayaan.
Di era digital yang terus bergerak cepat, perjalanan Anita menjadi pengingat bahwa perubahan hidup tidak selalu datang dari hal besar. Kadang, ia tumbuh dari hobi yang dijalani dengan serius, ketekunan, dan keberanian untuk memulai.





