
Bicaraplus – Batik Danar Hadi kembali menghadirkan inovasi dalam pelestarian wastra Nusantara melalui koleksi terbaru bertajuk “Sekar Setaman.” Koleksi ini menjadi refleksi keindahan harmoni taman bunga yang beragam namun tumbuh selaras dalam satu kesatuan, sekaligus menggambarkan filosofi kehidupan, karakter, dan keanggunan perempuan Indonesia masa kini.
Melalui tema ini, Batik Danar Hadi tidak hanya menonjolkan estetika visual, tetapi juga menghadirkan nilai filosofis yang kuat. Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa, menegaskan bahwa koleksi ini menjadi simbol harmoni dalam keberagaman, di mana setiap motif bunga memiliki makna kehidupan yang mendalam.
Koleksi Sekar Setaman mengeksplorasi empat bunga utama yang sarat simbolisme. Motif Seruni atau Krisan melambangkan keteguhan, optimisme, dan kebahagiaan. Anggrek Bulan merepresentasikan keanggunan abadi, kemurnian, dan cinta tulus. Kenanga mengandung filosofi keluhuran budi, kesetiaan, dan kedamaian. Sementara itu, Mawar menjadi simbol universal keindahan, cinta, dan romansa.
Dari sisi teknik, koleksi ini memadukan keahlian tradisional dan inovasi modern melalui teknik batik cap, batik tulis, serta tulkom atau tulis kombinasi. Seluruh desain diaplikasikan pada material premium seperti sutra crepe, Thai silk, organza, dan tenun ATBM yang memberikan kesan mewah sekaligus elegan.
Pilihan palet warna solid dan pastel semakin memperkuat karakter koleksi, menghadirkan tampilan lembut, feminin, namun tetap modern. Pendekatan ini menegaskan bahwa batik mampu beradaptasi dengan perkembangan industri fashion global tanpa meninggalkan akar tradisi.
Sebagai brand batik yang berdiri sejak 1967 di Solo, Batik Danar Hadi telah menjadi salah satu pelopor dalam pengembangan batik sebagai identitas budaya sekaligus bagian dari lifestyle modern. Melalui berbagai inovasi desain serta edukasi budaya seperti Rumah Batik Danar Hadi, brand ini terus berkontribusi dalam menjaga eksistensi batik sebagai warisan budaya Indonesia yang mendunia.
Koleksi Sekar Setaman menjadi bukti bahwa batik bukan hanya karya seni tradisional, tetapi juga medium ekspresi mode kontemporer yang memiliki nilai budaya, estetika, dan filosofi yang relevan sepanjang zaman.





