
BicaraPlus – Pemerintah berharap pengoperasian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan menjadi titik balik penguatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, peningkatan kapasitas Kilang Balikpapan membuka peluang penghentian impor BBM, khususnya solar.
“Insyaallah begitu RDMP Kilang Balikpapan mulai beroperasi, impor solar bisa dihentikan. Ini bagian dari upaya mendorong kedaulatan energi,” ujar Bahlil di Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin..
Bahlil menjelaskan, kebutuhan solar nasional saat ini mencapai 39,8 juta kiloliter (kl) per tahun. Dari jumlah tersebut, program biodiesel B40 menyumbang pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 15,9 juta kl per tahun.
Dengan demikian, kebutuhan solar murni atau B0 tersisa sekitar 23,9 juta kl per tahun. Sementara produksi solar nasional saat ini mencapai 26,5 juta kl per tahun.
“Dengan kondisi ini, pemerintah menargetkan impor solar CN 48 dan CN 51 bisa dihentikan mulai pertengahan 2026,” kata Bahlil.
Untuk bensin, Bahlil menyebut kebutuhan nasional mencapai sekitar 38,5 juta kl per tahun. Angka tersebut terdiri dari bensin RON 90 sebesar 28,9 juta kl, RON 92 sebesar 8,7 juta kl, serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu kl per tahun.
Melalui optimalisasi RDMP Balikpapan, produksi bensin dengan nilai oktan di atas RON 90 dapat ditingkatkan hingga 5,8 juta kl per tahun.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, impor bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 dapat ditekan hingga sekitar 3,6 juta kl per tahun.
“Ke depan, lewat penerapan E10 kita bisa menghemat impor hingga 3,9 juta kl per tahun. Selanjutnya, impor bensin RON 92, 95, dan 98 bisa dihentikan,” ujarnya.
Bahlil menegaskan, pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri merupakan amanat konstitusi. Pasal 33 UUD 1945 mengatur bahwa cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara.
Karena itu, penguatan dan pengembangan kilang dinilai sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.
Untuk mencapai kemandirian energi, pemerintah menyiapkan tiga langkah utama, yakni meningkatkan kapasitas kilang, mendorong diversifikasi energi melalui biodiesel, serta menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan energi nasional.
RDMP Balikpapan dilengkapi fasilitas utama berupa Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC).
Dengan beroperasinya CDU, kapasitas Kilang Balikpapan meningkat dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel minyak per hari. Sementara unit RFCC berfungsi mengolah residu minyak mentah menjadi produk bernilai tinggi.
“Produk dari RDMP ini kualitasnya sudah mendekati standar Euro 5 dan menuju net zero emission,” kata Bahlil.
Proyek RDMP Balikpapan juga terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa di Lawe-lawe berkapasitas total 2 juta barel, serta Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter yang melayani distribusi BBM ke wilayah Indonesia timur.





