Badai Magnet Bumi Kategori Berat Terjadi, BMKG Pastikan Dampak di Indonesia Relatif Kecil

ChatGPT Image 22 Jan 2026 08.48.01 edited 1

Bicaraplus – Badai magnet bumi atau geomagnetic storm kategori berat (G4) dilaporkan terjadi secara global dalam beberapa hari terakhir, dipicu oleh aktivitas Matahari yang sangat tinggi. Fenomena ini menjadi perhatian dunia karena berdampak pada sistem satelit, navigasi, hingga komunikasi radio di sejumlah negara.

Badai magnet ini dipicu oleh lontaran massa korona (Coronal Mass Ejection/CME) dan suar Matahari berkekuatan tinggi (X-class flare) yang menghantam magnetosfer Bumi. Lembaga pemantau cuaca antariksa internasional, termasuk NOAA Space Weather Prediction Center, mencatat badai ini mencapai level severe.

Secara global, badai geomagnetik tersebut memicu munculnya aurora di wilayah lintang yang lebih rendah dari biasanya, seperti di Eropa bagian selatan dan Amerika Serikat. Selain itu, sejumlah negara melaporkan potensi gangguan pada GPS, sinyal satelit, serta komunikasi radio frekuensi tinggi (HF). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa meskipun badai magnet yang terjadi tergolong kuat secara global, dampaknya di Indonesia relatif kecil.

BMKG menjelaskan, Indonesia berada di sekitar ekuator geomagnetik, yaitu wilayah di mana medan magnet Bumi bersifat lebih horizontal dengan nilai inklinasi mendekati nol derajat. Kondisi ini membuat Indonesia lebih terlindungi dari dampak terburuk badai magnet bumi dibandingkan wilayah lintang tinggi.

“Berdasarkan hasil monitoring indeks K dan indeks A dari sejumlah stasiun geomagnetik di Indonesia, aktivitas geomagnetik memang meningkat, namun dampaknya tidak signifikan bagi masyarakat secara umum,” jelas BMKG dalam keterangan resminya.

Dampak yang Perlu Diwaspadai

Meski relatif aman, BMKG menyebutkan beberapa dampak ringan yang berpotensi terjadi di Indonesia, antara lain:

  • Gangguan sementara pada komunikasi radio HF
  • Penurunan akurasi navigasi satelit dan GPS
  • Fluktuasi kecil pada sistem berbasis satelit

Namun, BMKG menegaskan tidak ada potensi pemadaman listrik besar, gangguan serius pada infrastruktur nasional, maupun risiko langsung terhadap kesehatan masyarakat. BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang mengaitkan badai magnet bumi dengan bencana alam besar atau isu non-ilmiah lainnya. Badai geomagnetik merupakan fenomena alam yang umum terjadi seiring siklus aktivitas Matahari. “Badai magnet bumi tidak memicu gempa bumi, letusan gunung api, maupun bencana geologi lainnya,” tegas BMKG.

BMKG akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan terkini kepada publik jika terjadi perubahan signifikan pada aktivitas geomagnetik.

Bagikan