
BicaraPlus – Bagi Nurisa Dian Ashrifah, mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi bukan sebatas mimpi masa kecil. Di SEA Games 2025 Thailand, mimpi itu akhirnya menjadi nyata. Pada debutnya di ajang multievent terbesar Asia Tenggara, atlet panahan Indonesia yang akrab disapa Hani tersebut menutup kompetisi dengan medali emas.
Final nomor Women’s Compound menjadi panggung penentuan. Berhadapan dengan wakil Singapura, Hani harus melalui duel ketat yang berakhir dengan skor tipis 142-140. Saat anak panah terakhir menancap dan kemenangan dipastikan, rasa lega bercampur haru tak bisa ia sembunyikan.
Namun emas individu bukan satu-satunya cerita. Hani juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan tim panahan Indonesia di nomor beregu. Satu emas dan satu perunggu kembali dipersembahkan, menjadikan debut SEA Games-nya terasa begitu lengkap.
“Alhamdulillah di kesempatan pertama ini bisa memberikan yang terbaik. Semua ini berkat doa dan dukungan orang tua, teman-teman, pelatih, dan keluarga,” ujar Hani.
Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang itu tahu betul, perjalanan menuju podium tertinggi tak pernah berjalan lurus. Sejak pertama kali mengenal panahan di usia 11 tahun, ada banyak latihan panjang, kegagalan, dan tekanan yang harus dilalui. Di balik setiap anak panah yang dilepaskan di Thailand, tersimpan cerita tentang ketekunan dan kepercayaan pada proses.
Bagi Hani, medali yang diraihnya bukan hanya milik pribadi. Ia mempersembahkannya untuk orang-orang terdekat yang selalu hadir, baik di saat ia berada di puncak maupun ketika harus bangkit dari keraguan.
“Terima kasih sudah selalu mendukung Hani, baik di dalam maupun luar lapangan. Semoga kita bisa terus bersama hingga waktu yang menentukan,” ucapnya.
Emas beregu putri yang diraih bersama Ratih Zil’izati Fadhly Yurike dan Nina Bonita Pereira pun memiliki makna tersendiri. Berdiri berdampingan di podium tertinggi, mengibarkan Merah Putih, dan menyanyikan Indonesia Raya menjadi simbol impian kolektif yang akhirnya terwujud.
“Akhirnya kami bisa mewujudkan apa yang kami impikan bersama, berdiri di podium paling atas mengibarkan bendera Merah Putih,” tutur Hani.
Perjalanan di SEA Games 2025 juga diwarnai dinamika dan drama di lapangan. Tekanan pertandingan dan ekspektasi besar sempat menghampiri, namun kekompakan tim membuat mereka saling menguatkan hingga akhir.
Hani menutup penampilannya di Thailand dengan rasa syukur. Debutnya di SEA Games telah berbuah emas, tetapi baginya ini bukan garis akhir. Ini justru menjadi titik awal untuk melangkah lebih jauh, membawa busur dan anak panahnya menuju panggung yang lebih tinggi.





