
BicaraPlus – Para menteri luar negeri dan menteri ekonomi ASEAN menyerukan penghentian segera konflik di Timur Tengah dalam pertemuan khusus, belum lama ini.
Seruan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Menteri Luar Negeri Filipina, Ma. Theresa Lazaro, mengatakan negara-negara ASEAN menyampaikan keprihatinan atas situasi di Timur Tengah dan dampaknya terhadap kawasan lain.
Ia menegaskan ASEAN meminta semua pihak menahan diri agar konflik tidak semakin meluas.
“Kami menyerukan penghentian segera permusuhan dan meminta semua pihak menahan diri semaksimal mungkin untuk mencegah eskalasi lebih lanjut,” kata Lazaro dalam konferensi pers usai pertemuan.
Pertemuan khusus tersebut digelar di Manila, Filipina, yang tahun ini menjabat sebagai ketua ASEAN.
Para menteri juga menyoroti dampak ekonomi dari konflik tersebut, terutama terhadap stabilitas energi global.
Menurut para pejabat, harga minyak mentah saat ini diperdagangkan mendekati USD 100 per barel. Pasar khawatir konflik dapat mengganggu pasokan energi dunia.
Kekhawatiran itu meningkat setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru menyampaikan kemungkinan penutupan Selat Hormuz.
Selat tersebut merupakan jalur pelayaran strategis yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan tertutup, para menteri ekonomi ASEAN mengatakan konflik yang meningkat memicu volatilitas di pasar energi global serta mengganggu jalur pelayaran dan rantai pasokan penting.
Lazaro juga menyebut Filipina tengah mempertimbangkan kemungkinan membeli minyak dari Rusia untuk mengamankan pasokan energi domestik.
Namun ia tidak merinci rencana tersebut lebih lanjut.
Para menteri ekonomi ASEAN memperingatkan Asia Tenggara sangat bergantung pada jalur pengiriman minyak dan gas alam cair global.
Ketergantungan ini membuat kawasan rentan terhadap gangguan pasokan.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi, ASEAN menilai kawasan perlu memperkuat ketahanan rantai pasokan, mempercepat transisi energi terbarukan, serta meningkatkan kerja sama regional.
Sejumlah negara anggota ASEAN juga telah mengambil langkah untuk meredam dampak ekonomi konflik.
Langkah tersebut antara lain penghematan energi, stabilisasi pasar domestik, serta dukungan bagi sektor yang rentan seperti pariwisata.





