AS–Korea Selatan Sepakat Perkuat Kerja Sama Kapal Selam Nuklir

1769427156173 untitled

BicaraPlus – Amerika Serikat dan Korea Selatan sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan kapal selam nuklir sebagai bagian dari peningkatan kemampuan pertahanan dan penguatan aliansi strategis kedua negara.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang digelar di Seoul (26/1) antara Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Elbridge Colby, dan Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu-back. Kedua pihak menilai kerja sama dalam rencana Korea Selatan untuk membeli dan mengembangkan kapal selam nuklir akan menjadi tonggak penting dalam membawa aliansi ke tingkat yang lebih tinggi.

Colby menegaskan komitmen Washington untuk terus memperdalam kerja sama pertahanan dengan Seoul, sekaligus menyebut Korea Selatan sebagai “sekutu teladan” Amerika Serikat. Selain isu kapal selam nuklir, pertemuan tersebut juga membahas pengembalian kendali operasional masa perang (wartime operational control) kepada Korea Selatan serta berbagai isu keamanan bilateral lainnya.

Menurut Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Ahn merujuk pada komunike bersama hasil KTT bilateral tahun lalu dan konsultasi keamanan terbaru yang menyebut aliansi AS–Korea Selatan telah memasuki “titik balik bersejarah”. Ia pun mendorong agar kerja sama pertahanan tahun ini menghasilkan capaian konkret.

Ahn menekankan pentingnya pengembalian kendali operasional masa perang untuk mewujudkan tujuan Seoul memimpin pertahanan di Semenanjung Korea. Ia menyerukan koordinasi yang lebih erat dengan AS guna mempercepat proses tersebut.

Selama kunjungannya, Colby juga bertemu Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung-lac, untuk membahas isu-isu strategis aliansi. Ia dijadwalkan mengunjungi Camp Humphreys, pangkalan militer utama AS di Pyeongtaek, sebelum melanjutkan lawatan ke Jepang pada 27 Januari.

Saat ini, Korea Selatan menampung sekitar 28.500 personel militer AS dan telah berkomitmen meningkatkan anggaran pertahanan hingga 3,5 persen dari produk domestik bruto. Langkah ini dipandang Washington sebagai penguatan peran Seoul dalam strategi pencegahan di kawasan.

Bagikan