
Bicaraplus – Apple resmi menghadirkan fitur pemberitahuan hipertensi terbaru untuk pengguna Apple Watch di Indonesia. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna mendeteksi tanda-tanda awal tekanan darah tinggi kronis atau Hipertensi melalui pemantauan data kesehatan harian. Peluncuran ini menjadi langkah penting dalam penguatan ekosistem kesehatan digital berbasis wearable device, sekaligus menjawab tantangan kesehatan global yang selama ini sulit terdeteksi secara dini.
Hipertensi dikenal sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit serius seperti serangan jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Secara global, kondisi ini diperkirakan memengaruhi sekitar 1,4 miliar orang dewasa. Sayangnya, banyak kasus tidak terdiagnosis karena sering tidak menunjukkan gejala dan minimnya pemeriksaan kesehatan rutin.
Fitur baru ini bekerja menggunakan sensor jantung optik pada Apple Watch. Sensor tersebut menganalisis respons pembuluh darah terhadap detak jantung dan memproses data menggunakan algoritma machine learning. Sistem akan meninjau data pengguna secara pasif dalam periode 30 hari. Jika terdeteksi pola konsisten yang mengarah pada indikasi hipertensi, pengguna akan menerima pemberitahuan.
Melalui fitur ini, pengguna dapat memperoleh insight kesehatan secara praktis hanya dengan mengenakan perangkat setiap hari. Peringatan dini ini diharapkan mendorong pengguna untuk mulai melakukan perubahan gaya hidup sehat atau segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut.
Pengembangan fitur pemberitahuan hipertensi dilakukan berdasarkan validasi ilmiah yang ketat. Apple memanfaatkan data pelatihan dari penelitian yang melibatkan lebih dari 100.000 partisipan. Selain itu, keandalan teknologi ini juga telah diuji melalui studi klinis terhadap lebih dari 2.000 peserta.
Meski tidak dapat mendeteksi seluruh kasus hipertensi, fitur ini diproyeksikan mampu membantu mengidentifikasi lebih dari satu juta individu dengan hipertensi yang sebelumnya belum terdiagnosis pada tahun pertama peluncurannya.
Apabila pengguna menerima notifikasi hipertensi, disarankan untuk melakukan pencatatan tekanan darah menggunakan alat ukur pihak ketiga selama tujuh hari. Data tersebut kemudian dapat dibawa saat berkonsultasi dengan dokter, sesuai dengan pedoman medis terbaru dalam diagnosis dan penanganan hipertensi.
Kehadiran inovasi ini menunjukkan semakin besarnya peran teknologi wearable dalam mendukung pencegahan penyakit kronis. Dengan pendekatan berbasis data dan pemantauan jangka panjang, perangkat kesehatan digital kini tidak hanya menjadi alat pelacak aktivitas, tetapi juga berpotensi menjadi garda terdepan deteksi dini penyakit berisiko tinggi.





