Anadolu: Kerugian Militer AS Disebut Capai Hampir USD2 Miliar sejak Konflik dengan Iran

1772624995226 untitled 4

BicaraPlus – Kantor berita Turki, Anadolu Agency, melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) diduga mengalami kerugian peralatan militer hampir USD2 miliar sejak konflik dengan Iran pecah.

Mengutip analisis data terbuka dan citra satelit, Anadolu memperkirakan total kerusakan aset militer AS di kawasan mencapai sekitar USD1,902 miliar.

Kerugian terbesar disebut berasal dari sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 yang ditempatkan di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Nilai sistem tersebut diperkirakan sekitar USD1,1 miliar. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas pertahanan AS terkait klaim tersebut.

Selain itu, laporan tersebut menyebut tiga jet tempur F-15E AS jatuh di Kuwait akibat tembakan salah sasaran dari sistem pertahanan udara Kuwait. Biaya penggantian ketiga pesawat itu diperkirakan mencapai sekitar USD282 juta. Pemerintah AS maupun Kuwait belum memberikan rincian resmi mengenai penyebab insiden tersebut.

Klaim Kerusakan Sistem THAAD

Anadolu juga melaporkan klaim Iran yang menyebut telah menghancurkan komponen radar AN/TPY-2 dari sistem pertahanan rudal balistik THAAD yang ditempatkan di Kompleks Industri Al-Ruwais, Uni Emirat Arab.

Berdasarkan citra satelit dan laporan intelijen sumber terbuka yang dikutip kantor berita tersebut, target itu disebut telah terkena serangan. Nilai komponen radar yang dilaporkan rusak diperkirakan sekitar USD500 juta. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Laporan itu juga menyebut adanya kerusakan di markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS di Bahrain, termasuk dua stasiun penerima satelit dan beberapa bangunan. Sejak 28 Februari, Iran disebut telah menyerang sedikitnya tujuh target AS di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, Anadolu melaporkan bahwa militer AS menghabiskan sekitar USD779 juta dalam 24 jam pertama konflik. Angka tersebut setara dengan hampir 0,1 persen dari anggaran pertahanan AS untuk tahun fiskal 2026 yang mencapai sekitar USD900 miliar.

Hingga saat ini, otoritas pertahanan AS belum memberikan pernyataan rinci terkait estimasi kerugian yang dilaporkan tersebut. Situasi di kawasan masih berkembang di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Bagikan