
BicaraPlus – Iran mengonfirmasi dua tokoh pentingnya, Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani, gugur di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pada Selasa (17/3).
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan Larijani meninggal dunia bersama putranya, Morteza Larijani, serta sejumlah pejabat lainnya.
Ia disebut tewas bersama putranya, Morteza Larijani, serta sejumlah pejabat lainnya.
Menurut laporan kantor berita Fars, Larijani menjadi korban serangan udara oleh AS dan Israel saat berada di pinggiran timur Teheran.
Tokoh Kunci Keamanan Iran
Larijani dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di Iran.
Ia merupakan arsitek kebijakan keamanan dan pernah menjadi negosiator nuklir dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat.
Dalam kariernya, ia juga sempat berkiprah di Korps Garda Revolusi Iran sebelum terjun ke dunia politik.
Komandan Basij Juga Gugur
Di waktu yang hampir bersamaan, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi kematian Gholamreza Soleimani.
Ia merupakan komandan pasukan Basij, unit paramiliter yang memiliki peran penting dalam struktur keamanan Iran.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut Soleimani gugur dalam pertempuran dan memuji “pengorbanan heroiknya”.
Iran juga menegaskan akan terus melakukan pembalasan atas kematian para pemimpinnya.
Netanyahu Klaim Serangan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut mengonfirmasi kematian Larijani.
Dalam sebuah video, Netanyahu menyatakan telah “menghapus dua nama” dari daftar target.
Pernyataan ini mempertegas eskalasi konflik antara Israel dan Iran.
Ketegangan Makin Memuncak
Sejauh ini, sejumlah tokoh penting Iran dilaporkan tewas sejak konflik pecah.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar bahkan mengklaim negaranya “pada dasarnya telah memenangkan perang”.
Situasi ini menandai meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan potensi konflik yang semakin meluas.





