Film Suka Duka Tawa Resmi Tayang, Kisah Luka Anak dan Keberanian Orang Tua Mengakui Salah

1000022706

Bicaraplus – Film drama komedi keluarga Suka Duka Tawa resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai hari ini. Debut layar lebar sutradara Aco Tenriyagelli ini langsung menuai respons emosional dari penonton, khususnya komunitas parenting yang memenuhi bioskop sejak pemutaran perdana.

Diproduksi oleh BION Studios dan Spasi Moving Image, Suka Duka Tawa menghadirkan kisah seorang stand-up comedian perempuan bernama Tawa (Rachel Amanda) yang berusaha berdamai dengan luka masa kecil akibat ditinggal ayahnya. Di balik balutan komedi, film ini mengajak penonton masuk ke ruang refleksi tentang ego orang tua, komunikasi keluarga, dan keberanian meminta maaf kepada anak hal yang kerap dianggap tabu dalam budaya keluarga Indonesia.

Sehari sebelum tayang resmi, ratusan orang tua dari berbagai komunitas parenting seperti AyahASI, Ibu Punya Mimpi, KitabuIbu, Ibu2ID, Parentalk, hingga Yayasan Ayah Hadir Indonesia menghadiri pemutaran khusus. Banyak dari mereka mengaku film ini terasa sangat dekat dengan pengalaman pribadi. “Sebagai orang tua, menurunkan ego itu penting. Kita sering merasa sudah benar, padahal anak juga butuh didengar, bahkan butuh mendengar kata maaf,” ujar perwakilan komunitas Ibu Punya Mimpi usai pemutaran.


Adegan karaoke keluarga yang diiringi lagu Karena Kutahu Engkau Begitu karya Andre Hehanusa menjadi salah satu momen paling emosional. Tak sedikit penonton yang menitikkan air mata karena teringat kenangan bersama orang tua yang telah tiada.
“Awalnya saya pikir ini film komedi ringan. Ternyata justru banyak bagian yang menusuk hati,” ungkap perwakilan komunitas Ibu2ID.


Sementara itu, komunitas Parent Talk menilai film ini memberikan sudut pandang yang lebih adil dalam melihat relasi orang tua dan anak. “Film ini menyadarkan bahwa tidak ada orang tua yang toxic. Yang ada, orang tua yang masih belajar, sama seperti anaknya,” ujar salah satu perwakilan.

Bagi Aco Tenriyagelli, Suka Duka Tawa merupakan karya yang sangat personal. Ia mengaku cerita film ini lahir dari relasi rumit dengan sang ayah di masa kecil. “Papaku dulu sangat keras dan ada luka yang tertinggal. Tapi dari situ saya belajar tumbuh. Film ini adalah cara saya berdamai dan menemukan bahasa sendiri,” tutur Aco. Ia menegaskan pesan utama film ini sederhana namun penting: mengakui kesalahan kepada anak bukanlah tanda kelemahan.


Selain Rachel Amanda, film ini dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata, Enzy Storia, Myesha Lin, Nazira C. Noer, Mang Saswi, hingga Abdel Achrian. Film diproduseri oleh Tersi Eva Ranti dan Ajish Dibyo.


Pada hari pertama penayangan, Suka Duka Tawa hadir di lebih dari 1.000 show, 333 layar, dan 327 bioskop di seluruh Indonesia, termasuk jaringan Cinema XXI, CGV, Cinepolis, hingga bioskop independen di berbagai daerah.
Film ini juga menawarkan promo menarik, mulai dari beli satu gratis satu tiket hingga harga spesial Rp15 ribu bagi pengguna blu di CGV. Penonton juga dapat menantikan rangkaian cinema visit bersama para pemeran mulai 9 Januari 2026.


Lewat tawa dan air mata, Suka Duka Tawa menjadi pengingat bahwa memaafkan, baik sebagai orang tua maupun anak, adalah bagian penting dari proses bertumbuh dalam keluarga.

Bagikan