25 Body Pack Ditemukan di Longsor Pasirlangu, Pencarian Masih Berlangsung

WhatsApp Image 2026 01 25 at 17.38.06

Bicaraplus – Tim SAR Gabungan hingga Minggu sore telah mengevakuasi 25 body pack korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan di tengah kondisi medan berat dan cuaca yang tidak menentu.

Pada operasi pencarian hari ini, sebanyak 14 body pack berhasil ditemukan, dengan rincian 7 body pack di worksite A1, 6 body pack di worksite A2, dan 1 body pack di worksite B1. Dengan penemuan tersebut, total body pack yang telah dievakuasi sejak operasi SAR dimulai mencapai 25 body pack.

Secara keseluruhan, data sementara mencatat 23 orang selamat, 25 korban meninggal dunia, serta sekitar 80 orang masih dalam pencarian. Selain itu, petugas juga menemukan dua bagian tubuh (body part) yang telah diserahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Pada hari yang sama, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Mohammad Syafii meninjau langsung lokasi bencana bersama Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, didampingi Kepala BNPB Suharyanto, Menko PMK Pratikno, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, serta Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) berjalan optimal, sekaligus meninjau kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas instansi di lapangan.

Kabasarnas menegaskan bahwa operasi SAR dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan personel, mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem serta adanya potensi longsor susulan.

“Keselamatan personel menjadi prioritas utama. Medan yang berat dan cuaca ekstrem mengharuskan seluruh unsur SAR bekerja lebih waspada dan terkoordinasi,” ujar Mohammad Syafii di sela-sela peninjauan.

Memasuki hari kedua operasi SAR, pencarian difokuskan pada Sektor Alpha dan Sektor Bravo dengan metode pencarian manual yang didukung pemantauan udara menggunakan drone UAV. Penggunaan alat berat masih dibatasi karena kondisi tanah yang labil dan berisiko.

Total personel yang terlibat dalam operasi ini mencapai 504 personel, terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, PLN Indonesia, potensi SAR, organisasi masyarakat, serta relawan.

Kepala Kantor SAR Bandung selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa sejak pukul 06.00 WIB, tim melakukan asesmen awal menggunakan drone UAV untuk pemetaan potensi bahaya, penentuan area kerja, penempatan safety officer, serta jalur evakuasi darurat. Operasi pencarian dilanjutkan setelah area dinyatakan aman.

Apabila kondisi lapangan memungkinkan, tim SAR gabungan juga akan mengerahkan dua ekor anjing pelacak (K9) dari Ditsamapta Polda Jawa Barat untuk membantu asesmen di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Bagikan